OSIS SMP Negeri 115 Jakarta

OSIS & DPS SMPN 115 JAKARTA

OSIS merupakan singkatan dari “Organisasi Siswa Intra Sekolah” sedangkan DPS merupakan singkatan dari “Dewan Perwakilan Siswa”. OSIS sudah ada sejak SMP Negeri 115 diresmikan, sedangkan DPS terbentuk pada tahun 2011 lebih tepatnya pada angkatan 33 yang pada saat itu diketuai oleh Ramsos Richwanto.

Pengurus masa jabatan tahun 2019-2020 bernama “Sandya Wirasana” yang berarti persatuan yang bersikap kepahlawanan. Kami berharap angkatan kami selalu bersatu dan rela berkorban dalam menjalankan tugasnya di SMP Negeri 115. Kami terdiri dari 38 anggota OSIS dan 10 anggota DPS. OSIS memiliki 8 seksi bidang (sekbid) yang terdiri dari ketua dan 3 anggotanya. Setiap sekbid membawahi berbagai macam ekskul sesuai dengan bidangnya. Sedangkan DPS memiliki 4 Komisi, setiap komisi bertugas mengawasi kinerja setiap sekbid dan anggota OSIS.

 

VISI DAN MISI OSIS

MISI
Menjadi wadah untuk siswa untuk mengembangkan segala potensi yang ada sehingga terbentuk siswa yang cerdas, kreatif, dinamis, berprestasi berakhlak mulia dan menjaga nama baik sekolah menuju sekolah yang unggul di tingkat nasional

VISI
1. Membentuk karakter pengurus yang cerdas dan menjunjung tinggi rasa solidaritas.
2. Melaksanakan kegiatan yang dapat meningkatkan hubungan positif antar guru dan siswa.
3. Menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang dapat membantu siswa menjadi kondusif dalam belajar, untuk menghasilkan sisawa yang berkompetensi dan mandiri.

4. Menjalin kerja sama dengan organisasi internal sekolah lainnya untuk memicu kreatifitas siswa.

 

 

VISI DAN MISI DPS

VISI
Menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan segala potensi yang ada sehingga terbentuk siswa yang cerdas, kreatif, dinamis, berprestasi berakhlak mulia dan menjaga nama baik sekolah menuju sekolah yang unggul di tingkat nasional.

MISI
1. Membentuk karakter pengurus yang cerdas dan menjunjung tinggi rasa solidaritas.
2. Melaksanakan kegiatan yang dapat meningkatkan hubungan positif antar guru dan siswa.
3. Menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang dapat membantu siswa menjadi kondusif dalam belajar, untuk menghasilkan sisawa yang berkompetensi dan mandiri.
4. Menjalin kerja sama dengan organisasi internal sekolah lainnya untuk memicu kreatifitas siswa.
5. Mengawasi kinerja organisasi internal sekolah.